Sesaat Pundakmu Hilang || Asep Mulyana
Ku lihat dirimu
Memiliki banyak arti yang tertuju
Saban waktu telah berlalu
Meninggalkan sandaran tempatku mengadu
Tapi dalam sekejap waktu
Tempat sandaran itu
Pundak yang nyaman itu
Hilang sekejap meninggalkanku
Menyisakan tangisan menjadi rindu
Yang menggumpal menjadi sesal
Hati terenyuh dan terus menggerutu
Mengapa tiga tahun bersama
Harus pecah dalam satu hari
Mengapa pundak yang nyaman harus pergi
Meninggalkan asa yang hancur
Membelenggu hati dengan kuat
Andai ku temukan kembali pundak itu
Ku harap ia masih kuat seperti dulu
Karena sekali lagi aku ingin bersandar
Mengadu tentang masalahku yang besar
Sobang, 30 April 2019
Komentar
Posting Komentar